Tawaf dan sai umrah: niat, jarak Safa ke Marwah, dan lantainya
Berapa lama tawaf dan sai, jarak Safa ke Marwah, niat tawaf, pilihan lantai, dan yang harus dilakukan jika iqamah, wudu batal, atau lupa hitungan putaran.
Tim Jiwar3 menit baca

Tawaf dan sai menyita sebagian besar waktu umrah. Artikel ini membahas hal-hal yang tidak muat di panduan langkah demi langkah: berapa lama keduanya, sebaiknya di lantai mana, soal niat, dan apa yang dilakukan jika iqamah dikumandangkan, wudu batal, atau lupa hitungan putaran. Urutan ibadahnya ada di tata cara umrah lengkap, dan bacaannya di doa umrah dan bacaan talbiyah.
Berapa lama tawaf dan sai?
Otoritas Umum Pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi rutin merilis rata-rata waktu ibadah. Pada Rabiulakhir 1447 H (September sampai Oktober 2025), tawaf rata-rata memakan 42 menit dan sai 46 menit. Seluruh umrah memakan 116 menit, termasuk sekitar 15 menit dari pelataran ke area tawaf dan 3 menit dari area tawaf ke tempat sai (Mas'a).
Saat Ramadan, waktunya lebih lama. Bulan-bulan yang lebih lengang ada di artikel waktu terbaik untuk umrah.
Tawaf di lantai mana?
Di pelataran sekitar Ka'bah (mataf), putarannya paling pendek. Menurut data otoritas tersebut, 92% jemaah bertawaf di sini. Saat ramai, area ini dikhususkan bagi jemaah yang berihram.
Tawaf sah di lantai mana pun di Masjidil Haram dan area perluasannya. Di lantai satu dan atap, putarannya lebih panjang karena lingkarannya lebih lebar, tetapi tidak sepadat di bawah. Di lantai atas, lampu hijau menandai garis Hajar Aswad, tempat setiap putaran dimulai dan diakhiri. Kursi roda dan skuter listrik juga berputar di lantai atas.

Sai: jarak dan lantainya
Mas'a, lorong antara Safa dan Marwah, panjangnya 394 meter dan lebarnya 40 meter, terdiri atas empat lantai. Jadi, tujuh putaran sai menempuh sekitar 2,76 km, menurut Program Layanan Tamu Allah (Pilgrim Experience Program). Mas'a menampung 118.000 orang per jam, dan menurut data otoritas tadi, 83% jemaah melakukan sai di lantai dasar.
Mulailah dari Safa; papan petunjuk di Mas'a menunjukkan titik awalnya. Dari Safa ke Marwah dihitung satu putaran dan kembali ke Safa putaran kedua, sehingga putaran ketujuh berakhir di Marwah. Di antara dua lampu hijau, laki-laki berlari kecil jika mampu; perempuan berjalan biasa.

Sai boleh dilakukan dengan kursi roda atau skuter. Dalam panduan umrah karya Syekh Ibnu Baz yang diterbitkan Kepresidenan Urusan Keagamaan Dua Masjid Suci disebutkan, sai sambil berkendara tidak mengapa, terlebih jika memang perlu. Berwudu saat sai dianjurkan, tetapi tidak wajib.

Kursi roda dan skuter listrik
Otoritas tersebut menyediakan sekitar 400 skuter listrik dan lebih dari 6.000 kursi roda di Masjidil Haram (Maret 2026). Skuter listrik dipesan lewat aplikasi Tanaqol. Kursi roda gratis untuk lansia dan penyandang disabilitas dipinjamkan di pelataran; tanyakan kepada petugas. Info lengkapnya ada di artikel umrah bersama orang tua lansia.
Niat tawaf dan sai
Tidak ada lafaz niat khusus yang wajib dibaca untuk tawaf atau sai, karena keduanya sudah tercakup dalam niat umrah yang Anda pasang di miqat. Niat letaknya di hati. Syekh Nawawi al-Bantani dari mazhab Syafi'i menjelaskan bahwa bagi orang yang berihram, menghadirkan niat saat mulai tawaf hukumnya sunah, bukan syarat. Jika ingin, cukup dalam hati, misalnya: "Saya tawaf tujuh putaran untuk umrah karena Allah." Tidak ada pula doa khusus untuk tiap putaran.
Jika iqamah dikumandangkan
Jika iqamah dikumandangkan saat Anda tawaf atau sai, salatlah berjamaah di tempat Anda berada, lalu lanjutkan dari titik itu. Anda tidak perlu kembali ke Hajar Aswad atau mengulang putaran (Ibnu Baz, Majmu' al-Fatawa 17/216). Sebagian ulama berpendapat putaran itu diulang dari Hajar Aswad.
Jika wudu batal
Menurut mayoritas ulama, tawaf harus dalam keadaan berwudu. Jika wudu Anda batal, keluarlah dari tawaf, berwudu lagi, lalu kembali. Mazhab Hanafi dan Syafi'i membolehkan melanjutkan dari titik terakhir; mazhab Maliki dan Hanbali mengulang tawaf dari awal. Sai tetap sah tanpa wudu, jadi Anda cukup melanjutkannya.
Jika lupa hitungan putaran
Jika ragu saat masih tawaf, ambillah jumlah yang lebih sedikit: jika ragu antara putaran kelima atau keenam, hitung sebagai yang kelima. Ibnu Qudamah dalam al-Mughni menyebut para ulama sepakat soal ini. Adapun keraguan yang muncul setelah tawaf selesai tidak perlu dihiraukan, menurut mayoritas ulama. Alat penghitung kecil atau tasbih membantu Anda menjaga hitungan.
Jika mampu, bertawaflah di dekat Ka'bah pada jam yang lengang. Jika terlalu padat atau panas, naiklah ke lantai atas atau gunakan skuter. Tujuh putarannya tetap sama.
Hotel dekat Masjidil Haram
Bandingkan jarak jalan kaki, pemandangan, dan harga, lalu pesan dalam hitungan menit.
Lihat hotelSumber
- Pilgrim Experience Program: the length and capacity of the Mas'a (18 March 2024) · Dicek 28 Okt 2026
- Okaz: the General Authority's average times for Umrah, tawaf and sa'i in Rabi' al-Akhir 1447 (26 October 2025, Arabic) · Dicek 28 Okt 2026
- Pilgrim Experience Program: electric carts and wheelchairs at the Two Holy Mosques (3 March 2026) · Dicek 28 Okt 2026
- Gulf News: free and paid wheelchairs at the Grand Mosque (10 August 2024) · Dicek 28 Okt 2026
- Presidency for the Religious Affairs of the Two Holy Mosques: The Manner of Performing Umrah (Ibn Baz, 2025 edition) · Dicek 28 Okt 2026
- Ministry of Hajj and Umrah: Sa'i · Dicek 27 Okt 2026
- IslamQA 36850: stopping tawaf or sa'i for the prayer, quoting Ibn Baz, Majmu' al-Fatawa 17/216 (Arabic) · Dicek 28 Okt 2026
- IslamQA 145246: losing wudu during tawaf, citing al-Mawsu'a al-Fiqhiyya 29/131 (Arabic) · Dicek 28 Okt 2026
- IslamQA 171308: doubt over the number of rounds, citing Ibn Qudama, al-Mughni 3/187 (Arabic) · Dicek 28 Okt 2026
- NU Online: the nine conditions of tawaf (21 August 2018, Indonesian) · Dicek 28 Okt 2026


