Tata cara umrah lengkap: dari ihram sampai tahalul
Urutan umrah langkah demi langkah: niat ihram di miqat, tawaf tujuh putaran, sai antara Safa dan Marwah, lalu tahalul. Lengkap dengan bacaannya.
Tim Jiwar5 menit baca

Umrah dikerjakan dalam empat tahap yang berurutan: ihram, tawaf mengelilingi Ka'bah, sai antara Safa dan Marwah, lalu tahalul dengan mencukur atau memendekkan rambut. Kebanyakan jemaah selesai dalam beberapa jam, bisa lebih lama saat masjid padat.
Panduan ini mengikuti tuntunan Kepresidenan Urusan Agama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi serta Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Perbedaan pendapat antarmazhab kami rangkum di bagian akhir.
Sebelum berangkat
- Pesan izin (tasreh) umrah di aplikasi Nusuk. Di dalamnya ada jadwal Anda dan kode QR yang diperiksa petugas di pintu Masjidil Haram.
- Ketahui miqat Anda. Dari Madinah, miqatnya Dzulhulaifah (Bir Ali) di pinggir kota. Jika terbang dari luar negeri ke Jeddah, pesawat melintasi miqat di udara sebelum mendarat.
Berihram di miqat
Mandilah sebelum miqat jika memungkinkan. Mandi ini dianjurkan juga bagi wanita, meskipun sedang haid. Wanita haid tetap berihram seperti biasa, tetapi baru boleh tawaf setelah suci dan mandi. Laki-laki boleh memakai wewangian di badan, tetapi tidak di kain ihram.
Laki-laki memakai dua lembar kain putih tanpa jahitan, satu dililitkan di pinggang dan satu lagi di bahu, dengan kepala terbuka. Wanita berihram dengan pakaian sehari-hari yang longgar, sederhana, dan tidak tembus pandang, tanpa cadar dan sarung tangan (al-Bukhari 1838).

Di miqat, niatkan dalam hati dan ucapkan "Labbaika 'umratan": aku penuhi panggilan-Mu untuk berumrah. Jika khawatir sakit atau halangan lain membuat Anda tak bisa menyelesaikannya, Anda boleh menambahkan syarat: "Jika ada yang menghalangiku, tempat tahalulku adalah di mana Engkau menahanku."
Lalu bacalah talbiyah Nabi ﷺ (al-Bukhari 1549):
"Labbaika Allahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, la syarika lak." Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.
Perbanyak talbiyah selama perjalanan; laki-laki dengan suara keras, wanita cukup pelan. Sejak saat ini sampai umrah selesai, hindari larangan ihram, di antaranya memotong rambut atau kuku, memakai wewangian, dan berhubungan suami istri. Laki-laki juga tidak memakai pakaian berjahit dan tidak menutup kepala.
Tawaf: tujuh putaran mengelilingi Ka'bah
Hentikan talbiyah begitu tiba di Ka'bah. Tawaf harus dalam keadaan berwudu, seperti salat.
Mulailah dari sudut Hajar Aswad; di lantai atas, garisnya ditandai lampu hijau. Menghadaplah ke arahnya, beri isyarat dengan tangan kanan, dan ucapkan "Allahu akbar" (al-Bukhari 1613). Menyentuh dan mencium Hajar Aswad itu sunah bagi yang bisa tanpa berdesakan, dan tidak mengapa jika Anda tak bisa mencapainya saat padat.
Kelilingi Ka'bah tujuh putaran dengan Ka'bah di sisi kiri; setiap putaran dimulai dan diakhiri di garis Hajar Aswad. Laki-laki membuka bahu kanan selama tawaf (idhtiba') dan berjalan cepat dengan langkah pendek pada tiga putaran pertama (raml) jika keadaan memungkinkan.
Saat masjid padat, lantai di sekeliling Ka'bah dikhususkan bagi jemaah yang berihram. Putaran di lantai atas lebih jauh, tetapi lebih lega.
Tidak ada doa khusus untuk tiap putaran. Berdoalah dengan kata-kata dan bahasa Anda sendiri, baca Al-Qur'an, dan berzikir. Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, bacalah doa yang dibaca Nabi ﷺ di sana (Abu Dawud 1892): "Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina 'adzaban nar." Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka (al-Baqarah 201). Sentuh Rukun Yamani jika bisa, tanpa menciumnya, dan jangan memberi isyarat kepadanya jika tidak bisa.
Selesai putaran ketujuh, laki-laki menutup kembali bahu kanannya. Salatlah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim jika ada tempat, atau di bagian mana pun di masjid, dengan membaca surah Al-Kafirun di rakaat pertama dan Al-Ikhlas di rakaat kedua. Setelah itu minumlah air zamzam.
Sai antara Safa dan Marwah
Ikuti petunjuk menuju Bukit Safa. Saat memulai, bacalah "Innash shafa wal marwata min sya'airillah" (al-Baqarah 158) dan ucapkan "Abda'u bima bada'allahu bih": aku memulai dengan apa yang Allah mulai. Menghadaplah ke Ka'bah, angkat tangan, bertakbir, lalu bacalah apa yang dibaca Nabi ﷺ di sana (Muslim 1218):
"La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir. La ilaha illallahu wahdah, anjaza wa'dah, wa nashara 'abdah, wa hazamal ahzaba wahdah."
Ulangi tiga kali dengan doa Anda sendiri di sela-selanya. Lalu berjalanlah ke Marwah dan lakukan hal yang sama di sana. Di antara dua lampu hijau, laki-laki berlari kecil jika mampu; wanita berjalan biasa.
Dari Safa ke Marwah dihitung satu putaran dan kembali ke Safa putaran kedua, sehingga putaran ketujuh berakhir di Marwah. Jaraknya sekitar 395 meter sekali jalan. Sai bisa dilakukan di lantai mana pun, dan dengan kursi roda bila perlu. Berwudu saat sai dianjurkan, tetapi tidak wajib.

Tahalul: mencukur atau memendekkan rambut
Laki-laki mencukur habis rambutnya, dan itu lebih utama, atau memendekkan rambut di seluruh kepala. Wanita mengumpulkan rambutnya lalu memotong ujungnya sepanjang ruas ujung jari. Tukang cukur ada di luar masjid, dekat Marwah.
Dengan begitu umrah Anda selesai, dan semua larangan ihram kembali halal. Tidak ada salat khusus sesudahnya.
Perbedaan pendapat antarmazhab
- Menurut mayoritas ulama, tawaf hanya sah dengan wudu. Mazhab Hanafi berpendapat tawaf tanpa wudu tetap sah, tetapi wajib membayar dam.
- Bagi laki-laki yang memendekkan rambut, mazhab Syafi'i menganggap cukup tiga helai, mazhab Hanafi seperempat kepala, sedangkan mazhab Maliki dan Hanbali mensyaratkan seluruh kepala. Mencukur atau memendekkan seluruh rambut sah menurut semua mazhab.
- MUI sejak 1980 membolehkan jemaah Indonesia memulai ihram di Bandara King Abdulaziz Jeddah. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyatakan bandara itu bukan miqat, jadi yang lebih hati-hati adalah berihram di pesawat sebelum melintasi miqat.
Tips praktis
- Pilih waktu yang lebih lengang, seperti waktu duha di hari kerja dan lewat tengah malam. Rinciannya ada di artikel waktu terbaik untuk umrah.
- Bawa alas kaki dalam kantong kecil, karena Anda mungkin keluar lewat pintu lain.
- Sepakati titik kumpul yang jelas dengan rombongan, misalnya nomor pintu.
- Kursi roda dan kendaraan listrik tersedia untuk tawaf dan sai; rinciannya ada di artikel umrah bersama orang tua lansia.
Jika tiba dalam keadaan lelah setelah perjalanan jauh, Anda boleh beristirahat dulu di hotel sebelum mengerjakan umrah, asalkan tetap dalam keadaan ihram sampai umrah selesai.
Hotel dekat Masjidil Haram
Bandingkan jarak jalan kaki, pemandangan, dan harga, lalu pesan dalam hitungan menit.
Lihat hotelSumber
- Presidency for the Religious Affairs of the Two Holy Mosques: The Manner of Performing Umrah (Ibn Baz, 2025 edition) · Dicek 27 Okt 2026
- Ministry of Hajj and Umrah: Tawaf · Dicek 27 Okt 2026
- Ministry of Hajj and Umrah: Sa'i · Dicek 27 Okt 2026
- Pilgrim Experience Program: the length and capacity of the Mas'a (18 March 2024) · Dicek 28 Okt 2026
- Ministry of Hajj and Umrah: the miqats · Dicek 27 Okt 2026
- Ministry of Hajj and Umrah: the Umrah season calendar for 1448 AH · Dicek 27 Okt 2026
- Sahih al-Bukhari 1549 · Dicek 27 Okt 2026
- Sahih al-Bukhari 1613 · Dicek 27 Okt 2026
- Sahih al-Bukhari 1838 · Dicek 27 Okt 2026
- Sunan Abi Dawud 1892 · Dicek 27 Okt 2026
- Sahih Muslim 1218 · Dicek 27 Okt 2026
- Majelis Ulama Indonesia: Miqat Haji dan Umroh II (1981) · Dicek 27 Okt 2026

