Langsung ke konten

Tempat ziarah di Madinah yang layak dikunjungi

Masjid Quba, Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, Masjid Tujuh, dan museum-museum Madinah: kisahnya, kapan sebaiknya datang, dan cara mengaturnya di sela waktu salat.

Tim Jiwar2 menit baca

Masjid Quba dengan menara-menara putihnya

Sebagian besar waktu di Madinah memang sebaiknya dihabiskan di Masjid Nabawi. Meski begitu, banyak peristiwa sirah terjadi di tempat-tempat yang hanya sebentar berkendara dari pusat kota, dan satu atau dua pagi cukup untuk mengunjungi sebagian besarnya.

Masjid Quba

Masjid pertama yang dibangun dalam Islam, sekitar tiga kilometer di selatan Masjid Nabawi. Rasulullah ﷺ mendatanginya setiap hari Sabtu, berkendara maupun berjalan kaki, dan bersabda: "Barang siapa bersuci di rumahnya lalu mendatangi Masjid Quba dan salat di dalamnya, maka baginya pahala seperti umrah" (HR. Ibnu Majah).

Ke sana cukup naik taksi sebentar, atau berjalan kaki lewat jalur pejalan kaki Quba yang menghubungkan kedua masjid. Waktu terbaik adalah Sabtu pagi, mengikuti sunah, dan berwudulah di hotel sebelum berangkat.

Jabal Uhud dan para syuhada

Di utara kota, tempat Perang Uhud terjadi pada tahun ketiga Hijriah. Di kakinya terdapat makam para syuhada Uhud, di antaranya Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Rasulullah ﷺ. Di hadapannya ada Bukit Rumat, tempat para pemanah berjaga saat perang, dan di sampingnya Masjid Sayyid asy-Syuhada.

Datanglah pagi-pagi sebelum terik. Satu jam sudah cukup.

Masjid Qiblatain

Di barat laut kota, masjid tempat arah kiblat berpindah dari Baitul Maqdis ke Ka'bah di tengah salat. Masjid ini dipakai untuk salat berjemaah, jadi kunjungilah di antara waktu salat.

Masjid Tujuh dan lokasi Khandaq

Di dekat Jabal Sal', sekelompok masjid kecil menandai lokasi Perang Khandaq. Yang terbesar, Masjid Al-Fath, berdiri di tempat Rasulullah ﷺ berdoa selama pengepungan.

Pemakaman Baqi

Pemakaman kota di sisi tenggara Masjid Nabawi, tempat banyak sahabat dan keluarga Rasulullah ﷺ dimakamkan. Pemakaman dibuka untuk jemaah pria pada jam tertentu setiap hari, yang tertera di pintunya.

Museum

  • Pameran dan Museum Internasional Sirah Nabawiyah di selatan Masjid Nabawi: ruang interaktif tentang sirah dan miniatur Makkah serta Madinah di masa Rasulullah ﷺ, dengan penjelasan dalam bahasa Arab, Inggris, Prancis, Turki, Indonesia, dan lainnya.
  • Museum Dar Al Madinah: sejarah kota dan tempat-tempat bersejarahnya, dengan miniatur detail Masjid Nabawi di masa-masa awalnya.
  • Museum Kereta Api Hijaz, di stasiun lama jalur kereta yang dulu menghubungkan Damaskus dengan Madinah.
  • Kompleks Percetakan Al-Qur'an Raja Fahd, di jalan menuju Tabuk, tempat pengunjung melihat proses pencetakan mushaf dan terjemahan maknanya dalam banyak bahasa.

Jam buka berubah mengikuti musim, jadi pastikan sebelum berangkat.

Mengatur waktunya

Sisihkan pagi hari antara Subuh dan Zuhur untuk ziarah, saat udara lebih sejuk dan jalanan lengang. Taksi atau aplikasi transportasi bisa mengantar ke setiap tempat, dan banyak hotel bisa menyiapkan mobil dengan sopir untuk setengah hari.

Ziarah ini bukan bagian dari ibadah umrah. Utamakan salat di Masjid Nabawi, lalu atur kunjungan di sela-selanya.

Cari hotel terdekat dari Haram

Bandingkan jarak jalan kaki, pemandangan, dan harga, lalu pesan dalam hitungan menit.

Lihat hotel

Sumber