Langsung ke konten

Tempat ziarah di Makkah yang layak dikunjungi

Jabal Nur dan Gua Hira, Jabal Tsur, Arafah dan Mina, pabrik kiswah Ka'bah, serta museum di kawasan Hira: kisah tiap tempat dan kapan sebaiknya datang.

Tim Jiwar2 menit baca

Jabal Nur di Makkah, tempat Gua Hira berada

Tempat-tempat awal sirah Nabi hanya sebentar berkendara dari Masjidil Haram, dan satu atau dua pagi di sela waktu salat cukup untuk mengunjungi sebagian besarnya.

Jabal Nur dan Gua Hira

Di timur laut Masjidil Haram, gunung tempat ayat-ayat pertama Al-Qur'an turun kepada Nabi ﷺ, di Gua Hira dekat puncaknya. Jalurnya berupa anak tangga yang curam dari bawah sampai atas: sediakan sekitar satu jam untuk naik, dan berangkatlah selepas Subuh sebelum panas menyengat. Pakai alas kaki yang nyaman dan bawa air minum. Pendakian ini tidak cocok untuk lansia atau yang punya masalah jantung.

Di kakinya, kawasan budaya Hira (Hira Cultural District) layak dikunjungi meski Anda tidak mendaki:

  • Pameran Wahyu mengisahkan turunnya wahyu, dari para nabi terdahulu hingga Nabi ﷺ, lewat suara dan gambar.
  • Museum Al-Qur'an memperlihatkan bagaimana Al-Qur'an ditulis dan dijaga dari abad ke abad.
  • Taman, perpustakaan, kafe, dan museum kopi Saudi.

Pameran dan museum buka 24 jam, kecuali hari Jumat pukul 07.00 sampai 15.30.

Jabal Tsur

Di selatan kota, gunung tempat Nabi ﷺ dan Abu Bakar bersembunyi di sebuah gua selama tiga malam di awal hijrah ke Madinah. Al-Qur'an mengabadikannya: "salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua" (At-Taubah: 40). Pendakiannya lebih panjang dan berat daripada ke Gua Hira, dan kebanyakan peziarah cukup melihatnya dari kaki gunung.

Arafah, Muzdalifah, dan Mina

Di timur kota, tempat-tempat pelaksanaan haji. Di luar musim haji suasananya lengang, dan satu pagi dengan mobil cukup untuk melewati ketiganya: perkemahan Mina, Muzdalifah, dan padang Arafah dengan Jabal Rahmah di tepinya. Jika Anda berniat kembali untuk berhaji, Anda sudah mengenal tempatnya sebelum datang lagi.

Peziarah di Jabal Rahmah, Arafah
Jabal Rahmah di Padang Arafah.

Masjid Aisyah di Tan'im

Di batas Tanah Haram, sekitar 7 km di barat laut Masjidil Haram, tempat Aisyah berihram untuk umrah atas perintah Nabi ﷺ. Jemaah yang tinggal di Makkah dan ingin umrah lagi mengambil miqat di sini.

Jemaah di depan Masjid Aisyah, Tan'im
Masjid Aisyah di Tan'im.

Ji'ranah

Lebih jauh, sekitar 25 km di timur laut, tempat Nabi ﷺ berihram untuk umrah selepas Perang Hunain. Masjidnya lebih tenang untuk berihram, jauh dari keramaian di Tan'im.

Kompleks kiswah Ka'bah

Di Umm al-Joud, sekitar 10 km dari Masjidil Haram, Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka'bah adalah tempat kain sutra hitam penutup Ka'bah ditenun dan disulam dengan benang emas. Kompleks ini menerima pengunjung Muslim hari Senin sampai Kamis, pukul 08.00 sampai 11.00.

Pemakaman Ma'la

Pemakaman tua Makkah, di kawasan Hajun sebelah utara Masjidil Haram, tempat Khadijah, istri pertama Nabi ﷺ, dimakamkan bersama banyak keluarga beliau. Ziarah di sini adalah mengucapkan salam dan mendoakan yang dimakamkan, sebagaimana diajarkan Nabi ﷺ.

Mengatur waktunya

Jadwalkan ziarah di pagi hari antara Subuh dan Zuhur. Taksi atau aplikasi transportasi bisa mengantar Anda ke tiap tempat, dan banyak hotel bisa menyiapkan mobil dengan sopir untuk setengah hari. Hindari hari Jumat dan sepuluh malam terakhir Ramadan, saat jalan di sekitar Masjidil Haram paling padat.

Ziarah ini bukan bagian dari ibadah umrah. Utamakan salat di Masjidil Haram, lalu atur kunjungan di sela-selanya.

Hotel dekat Masjidil Haram

Bandingkan jarak jalan kaki, pemandangan, dan harga, lalu pesan dalam hitungan menit.

Lihat hotel

Sumber